Laman

Sabtu, 04 September 2010

Analisis penyebab perilaku beresiko remaja putri remaja

1. pubertas awal. Pubertas awal memberikan peluang yang besar kepada remaja putri untuk terlibat dengan berbagai perilaku beresiko ( mis; prilaku merokok, drugs, depresi, gangguan makan, over demanding tentang kebebasan, memilki teman2 yg lebih tua , tubuh mereka cenderung mengundang laki2 untuk berkencan shg seringkali mengalami pengalaman seksual lebih cepat (hamil di luar nikah, tertular penyakit kelamin).
Note : remaja putri yg mengalami kemasakan seksual terlalu cepat diasosiasikan dengan berbagai masalah di atas karena implikasi dari ketidak dewasaan emosi social dan kognitif mereka, dikombinasikan dengan perkembangan fisik yang terlalu cepat menyebabkan mereka mudah terlibat dengan tingkah laku bermasalah, kurang memahami efek jangka panjang yang mungkin terjadi selanjutnya.
2. hilangnya figure dan peran ayah dalam perkembangan remaja. Ayah memiliki peran yang besar dalam kehidupan seorang anak, terutama berkaitan perkembangan social anak. Ayah memperkenalkan anak dengan lingkungan, mengarahkan aktifitas anak dengan dunia luar, memperkenalkan tuntutan social, bagaimana harus bersikap, bagaimana melakukan antisipasi dan problem solving, menghadirkan rasa aman, dll. Hadirnya peran ayah dalam kehidupan anak akan sangat mempengaruhi anak dalam menghadapi perubahan social dan perkembangan kognit. Figur ayah juga dibutuhkan oleh remaja putri terutama terkait dengan usaha untif yang optimaluk mempelajari lawan jenisnya
3. egosentrisme remaja. Remaja awal memandang diri mereka tidak terkalahkan, kebal fisik, kebal sangsi hukum yang dikenakan pada orang lain.
4. pola negativitas yang berkembang pada diri remaja.
5. meningkatnya penalaran hipotetik deduktif remaja yang menyertai perkembangan kognitif operasional formal seharusnya membantu remaja untuk lebih mampu memahami resiko sebuah perilaku, memikirkan perilaku mereka, mempertimbangkan akibat jangka panjang dan memahami makna simbolik. Namun sayang, kemampuan berpikir abstrak dan minat terhadap makna simbolis remaja membuatnya lebih mudah terpengaruh iklan yang secara simbolik mengaitkan produk-produk yang tidak sehat; mis: rokok, alcohol, dengan daya tarik, penerimaan teman sebaya dan status kedewasaan
6. idealisme remaja. Remaja memiliki bayangan tentang dunia ideal yang bebas dari keburukan dunia nyata, hingga seakan-akan dunia nyata harus mengalah pada skema idealistic daripada kepada system nyata itu sendiri.

PERKEMBANGAN KOGNITIF DEWASA MUDA

• Menurut Piaget, remaja dan dewasa awal sama-sama berada pada tahap operasional formal tetapi tingkat kualitasnya lebih baik pada masa dewasa awal
• Menurut W. Perry : remaja berfikir dualistic, dewasa awal berpikir dengan pola relativisme total.
• Menurut Warner Schaie
Schaie memformulasikan tahap-tahap perkembangan kognitif dalam 7 tahap, yakni:
1. Acquisitive(menguasai)stage ( 6- 25 th) : mencari, menguasai pengetahuan dan ketrampilan melalui jalur pendidikan.
2. Achieving (menuju keberhasilan)stage (24 – 34 th) : masa pencapaian prestasi; kemampuan untuk mempraktekkan seluruh potensi intelektual, bakat minat, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki selama masa akuisitif kedalam dunia karir.
3. Responsibility (pertangguang jawaban)stage : mempertanggung jawabkan segala tindakannya secara etika moral kepada masyarakat
4. Executive (pelaksana)stage : biasanya individu telah mencapai puncak karir, sehingga ia memiliki pekerjaan, peran dan tanggung jawab yang lebih besar dalam suatu system organisasi yang dibina sejak masa dewasa muda sebelumnya.
5. Reorganizational stage : individu mulai memasuki masa pension, sehingga ia mengatur ulang (reorganisasi) seluruh kemampuan intelektual, ketrampilan, dan pengalaman hidupnya untuk mencari makna /arti/nilai pekerjaan alam kehidupannya.
6. Reintegrative stage : individu mulai melepaskan diri dan merenungkan kembali apa yang telah dicapai sebelumnya, serta mengolah kembali segala pengalaman yang berhasil maupun yang gagal sepanjang perjalanan hidupnya untuk memperoleh arti dan makna kehidupan.
7. Legacy creating(membuat pewarisan) stage : menjelang akhir hidup, seseorang membuat sebuah disposisi ulang terhadap berbagai pengalaman yang diperoleh, bersedia mengungkapkan kembali pengalaman hidupnya pada orang lain lewat lisan atau tulisan untuk manfaat kepada masyarakat luas. Dengan demikian dapat diketahui kompetensi kognitif apa yang diperlukan untuk menangani suatu jenis pekerjaan tertentu.


• Menurut Turner & Helms.
Perkembangan kognitif dewasa muda berada pada post formal reasoning/penalaran post formal. Kemampuan ini ditandai dengan pemikiran yang bersifat dialektikal (dialectical thought), yaitu kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mencari titik temu dari ide-ide, gagasan- gagasan, teori-teori, pendapat-pendapat dan pemikiran-pemikiran yang bersifat kontradiktif, sehingga individu mampu mensintesiskannya dalam pemikiran baru dan kreatif.

• Menurut Jan Sinot.
Perkembangan dewasa muda berada pada tahap post formal, yang ditandai dengan karakteristik-karakteristik berikut :
1. Shifting gears : kemampuan mengaitkan penalaran abstrak dengan hal-hal yang bersifat praktis. Artinya individu bukan hanya mampu berfikir abstrak, tapi juga mampu menjelaskan/menjabarkan hal-hal abstrak (konsep/ide) menjadi sesuatu yang praktis yang dapat diterapkan secara langsung.
2. Multiple causality, multiple solutions: kemampuan untuk memahami suatu masalah dari berbagai factor (multiple factor) & mencari / menghadirkan berbagai alternative solusi
3. Pragmatism : individu dengan pemikiran post formal adalah individu yang pragmatis, artinya mampu menyadari dan memilih solusi terbaik dalam menyelesaikan suatu masalah (bersifat goal oriented), namun dapat menghargai pilihan solusi orang lain yang berbeda dengan dirinya.
4. Awareness of paradox : Kesadaran bahwa dalam memutuskan permasalahan dapat berakibat pada munculnya hal-hal yang bersifat paradoksal (bertentangan), misalnya positif negative / untung rugi, namun individu yang awareness of paradox memiliki keberanian dan ketegasan untuk menghadapi konflik tanpa harus melanggar prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan..