Laman

Jumat, 15 Juli 2011

MOS apakah mendidik?

MOS (Masa Orientasi Sekolah,merupakan salah satu kebijakan sekolah, yang diadakan untuk pengenalan terhadap siswa yang baru masuk ke sekolah tersebut. kegiatan ini selalu diadakan oleh sekolah setiap satu tahun sekali,setiap pergantian atau masuknya siswa-siswa baru. hal ini bertujuan agar siswa bisa tahu atau mengenal sekolah yang akan mereka tempati.

Akan tetapi MOS (Masa Orientasi Sekolah) pada saat ini sudah tidak sesuai dengan kegunaannya atau tujuan dari pengadaan MOS tersebut. pada masa sekarang ini, MOS merupakan ajang balas dendam siswa, yang dilakukan oleh siswa atasan atau OSIS, dan siswa yang di jadikan korban pelampiasan adalah siswa baru. Hal ini sudah dilakukan bertahun-tahun. Kemudian untuk pernak-pernik MOS, apa perlunya menggunakan petai sebagai dasi? Permen menjadi gelang, dll. Ini semua menanamkan bibit pemborosan. Bahan makanan dijadikan mainan yang pada akhirnya akan menjadi terbuang percuma. Padahal itu semua tidak didapat dengan gratis! Semua dibeli! Dan secara logika sangat tidak masuk akal dan akhirnya hanya memberatkan orang tua siswa.

Tidak ada nilai mendidik sama sekali dalam kegiatan MOS ini. Membuat kesenjangan antara senior dan junior yang akan menyuburkan benih bullying dan pengelompokan (gank). Padahal dalam pendidikan disekolah umum saya pikir tidak ada gunanya membuat pemisahan senior dan junior. Karena pada akhirnya hanya menimbulkan kerugian moril dan materil.

Ini merupakan masalah terbesar bagi siswa dan orang tua, tidak banyak siswa yang takut untuk sekolah karena kegiatan MOS ini. Ada yang menyimpan rasa dendam dan ingin melampiaskan pada adik kelasnya kelak. Masalah ini dapat merusak kegiatan atau keinginan siswa dalam menempo pendidikan. Coba kita pikirkan, apakah pendidikan sekarang merupakan pendidikan ajang balas dendam siswa.

Tak banyak yang menyalah gunakan kegiatan MOS ini, misalkan di Bengkulu. BENGKULU I SURYA Online - Sekolah Menengah Atas sederajat di Kota Bengkulu melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian selama masa orientasi siswa (MOS) untuk meningkatkan kedisiplinan pelajar.

“Kami melibatkan aparat kepolisian dan TNI untuk melatih kedisiplinan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan para pelajar selama masa orientasi siswa (MOS),” ujar Anwar Baudin, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Jumat (15/7/2011).

Ia menyebutkan, banyaknya anggota TNI dan Polri yang dilibatkan bergantung jumlah siswa yang mengikuti MOS.

Aparat TNI dan Polri mendidik siswa dengan mengajarkan kedisiplinan tanpa adanya kekerasan seperti militer. Mereka mendidik agar siswa menjadi beriman, bertaqwa, hormat dan patuh kepada orang tua dan mencegah jangan sampai wawasan kebangsaan mereka musnah.

“Saat MOS dilaksanakan salat berjamaah untuk memupuk keimanan siswa. Selain itu diajarkan juga cara bagaimana hormat kepada orang tua dan baris-berbaris untuk melatih kedisiplinan siswa.” ujar Anwar.

Saat ini MOS dengan melibatkan para tentara dan kepolisian tersebut hanya dilakukan di sekolah negeri, sedangkan sekolah swasta direncanakan tahun depan.

Kedepan, Dinas Pendidikan Kota Bengkulu berencana melibatkan kembali para anggota TNI dan kepolisian dalam kegiatan MOS untuk membantu siswa agar memiliki karakter yang baik.

MOs di Bengkulu dilaksanakan selama dua minggu bagi siswa Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan dan tiga hari untuk siswa Sekolah Menengah Pertama. Sedang untuk Sekolah Dasar bergantung kepada kebijakan masing-masing.

Berdasarkan pantauan, MOS dibeberapa sekolah di Kota Bengkulu dimulai pukul 07.00-14.00 WIB. Siswa baru ada yang hanya mengenakan celana training dan baju kaus putih namun ada juga yang diwajibkan mengenakan atribut yang aneh-aneh seperti kaus kaki yang berbeda kiri dan kanan, tali sepatu dari rapia, menguncir rambut hingga beberapa kunciran dan menggunakan papan nama di dada.

Sekolah yang melibatkan TNI AL yakni SMAN plus 7,SMKN 4 dan SMKN 5. Lalu yang melibatkan Polres yakni SMKN 1, SMKN 3 dan SMAN 6. KOrem dilibatkan pada SMAN 1, SMAN 3,SMAN 2, SMAN 4 dan SMAN 5. Kodim dilibatkan pada SMAN 9 dan SMAN 8. Brimob dilibatkan pada SMAN 10 dan SMKN 2 Kota Bengkulu.

Mungkin sebaiknya pihak sekolah lebih mengoptimalkan lagi tujuan dari diadakannya MOS. Karena jeleknya pengenalan awal kepada siswa baru, maka jeleklah juga penilaian masyarakat terhadap sekolah tersebut.

Rabu, 13 Juli 2011

pergerakan mahasiswa

Sebagai Mahasiswa Baru (MABA), maka masa ini sangat berbeda dengan masa waktu kita masih duduk di SMA. Disinilah merupakan akhir masa-masa remaja kita dan merupaka awal masa dewa kita. Sebagai mahasiswa kita sudah tidak diatur lagi dalam menentukan sebuah pilihan yang tebaik untuk kita. Karena kita bukanlah anak manja yang masih perlu bimbingan orang tua kita untuk memilih pilihan yang akan kita pilih. Pilihan ini adalah tanggung jawab kita, hanya kita yang bisa menentukan pilihan yang mana yang paling baik untuk kita pilih.
Begitu juga dengan pergerakan mahasiswa kita, apabila kita salah memilih pilihan maka pergerakan ini akan mendapatkan penilaian yang buruk dari masyarakat. Pergerakan mahasiswa bukan hanya Demo atau tindakan anarkis lainnya, tetapi suatu tindakan atau sebuah gerakan yang kita kerjakan. Seperti halnya belajar, berpikir atau hal-hal lainnya.Tetapi pergerakan ini akan terhambat apabila kita memeliki sebuah kecemasan atau stres. Hal ini biasanya sering kita alami sewaktu kita masih menjadi MABA.
Masa-masa mau masuk kampus adalah sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh oleh kita sebagai calon Mahasiswa baru(MABA). Hal ini karena pikiran yang dimiliki oleh kita akan masa kuliah. Seperti halnya, takut akan OSPEK yang akan dilewati, merasa salah masuk kampus, takut tidak bisa lulus karena tidak masuk pada jurusan yang diinginkan. Hal inilah yan membuat kita enggan ingin masuk kuliah. Dan pikiran seperti itu yang membuat kita takut untuk melakukan sesuatu hal karena adanya suatu pemahan yang salah atas suatu pemahaman.
Menurut beberapa pengusaha berpendapat bahwa,”kita tidak akan mencapai sesuatu yang kita inginkan apabila kita kita berani mencoba, hal ini bisa kita dapatkan apabila kita berpikir positif”. Pemikiran secara negatif ini dapat juga kita lihat pada kasus Toni(nama samaran) yang merupakan MABA pada suatu universitas yang terkenal di daerah pulau Jawa. Sebelum dia menjadi MABA, dia merupakan seoarang yang rajin dan berkeinginan yang kuat, setelah menjadi MABA, hal ini membuat dia berubah 180°. Penyebab yang membuat dia berubah adalah dia berpikir bahwa sebenarnya dia salah masuk kampus, dia mencoba masuk ke universitas yang dia cita-citakan tetapi dia tidak diterima, akhirnya dia terpaksa masuk ke Universitas yang tidak dia inginkan. Hal ini yang membuat dia enggan akan kekampus, Toni udah mendapatkan peringatan dari pihak kampus. Setelah semester 2 Toni akhirnya tidak lagi kuliah, karena di keluar dan merasa tidak cocok dengan universitas tersebut. Setelah dia keluar dia tidak lagi kuliah, karena tidak memiliki biaya untuk pendaftaran kuliah. Sekarang Toni menyesal karena tidak bisa kuliah lagi.
Karena itu sebelum penyesalan itu datang marilah kita bersama-sama menghapus rasa cemas, pikiran yang negatif dan segala sesuatu yang akan mengganggu kita dalam bergerak. Agar kita bisa menjadi Mahasiswa yang sukses dalam melakukan apa saja yang kita inginkan, karena kita adalah orang yang merdeka, dan kita sudah dewasa. Karena itulah kita menentukan jalan hidup kita sendiri.Dengan semangat membara sebagai mahasiswa, mari kita ciptakan sebuah pergerakan mahasiswa yang sangat berkompeten.