Laman

Rabu, 13 Juli 2011

pergerakan mahasiswa

Sebagai Mahasiswa Baru (MABA), maka masa ini sangat berbeda dengan masa waktu kita masih duduk di SMA. Disinilah merupakan akhir masa-masa remaja kita dan merupaka awal masa dewa kita. Sebagai mahasiswa kita sudah tidak diatur lagi dalam menentukan sebuah pilihan yang tebaik untuk kita. Karena kita bukanlah anak manja yang masih perlu bimbingan orang tua kita untuk memilih pilihan yang akan kita pilih. Pilihan ini adalah tanggung jawab kita, hanya kita yang bisa menentukan pilihan yang mana yang paling baik untuk kita pilih.
Begitu juga dengan pergerakan mahasiswa kita, apabila kita salah memilih pilihan maka pergerakan ini akan mendapatkan penilaian yang buruk dari masyarakat. Pergerakan mahasiswa bukan hanya Demo atau tindakan anarkis lainnya, tetapi suatu tindakan atau sebuah gerakan yang kita kerjakan. Seperti halnya belajar, berpikir atau hal-hal lainnya.Tetapi pergerakan ini akan terhambat apabila kita memeliki sebuah kecemasan atau stres. Hal ini biasanya sering kita alami sewaktu kita masih menjadi MABA.
Masa-masa mau masuk kampus adalah sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh oleh kita sebagai calon Mahasiswa baru(MABA). Hal ini karena pikiran yang dimiliki oleh kita akan masa kuliah. Seperti halnya, takut akan OSPEK yang akan dilewati, merasa salah masuk kampus, takut tidak bisa lulus karena tidak masuk pada jurusan yang diinginkan. Hal inilah yan membuat kita enggan ingin masuk kuliah. Dan pikiran seperti itu yang membuat kita takut untuk melakukan sesuatu hal karena adanya suatu pemahan yang salah atas suatu pemahaman.
Menurut beberapa pengusaha berpendapat bahwa,”kita tidak akan mencapai sesuatu yang kita inginkan apabila kita kita berani mencoba, hal ini bisa kita dapatkan apabila kita berpikir positif”. Pemikiran secara negatif ini dapat juga kita lihat pada kasus Toni(nama samaran) yang merupakan MABA pada suatu universitas yang terkenal di daerah pulau Jawa. Sebelum dia menjadi MABA, dia merupakan seoarang yang rajin dan berkeinginan yang kuat, setelah menjadi MABA, hal ini membuat dia berubah 180°. Penyebab yang membuat dia berubah adalah dia berpikir bahwa sebenarnya dia salah masuk kampus, dia mencoba masuk ke universitas yang dia cita-citakan tetapi dia tidak diterima, akhirnya dia terpaksa masuk ke Universitas yang tidak dia inginkan. Hal ini yang membuat dia enggan akan kekampus, Toni udah mendapatkan peringatan dari pihak kampus. Setelah semester 2 Toni akhirnya tidak lagi kuliah, karena di keluar dan merasa tidak cocok dengan universitas tersebut. Setelah dia keluar dia tidak lagi kuliah, karena tidak memiliki biaya untuk pendaftaran kuliah. Sekarang Toni menyesal karena tidak bisa kuliah lagi.
Karena itu sebelum penyesalan itu datang marilah kita bersama-sama menghapus rasa cemas, pikiran yang negatif dan segala sesuatu yang akan mengganggu kita dalam bergerak. Agar kita bisa menjadi Mahasiswa yang sukses dalam melakukan apa saja yang kita inginkan, karena kita adalah orang yang merdeka, dan kita sudah dewasa. Karena itulah kita menentukan jalan hidup kita sendiri.Dengan semangat membara sebagai mahasiswa, mari kita ciptakan sebuah pergerakan mahasiswa yang sangat berkompeten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar