Laman

Rabu, 25 Agustus 2010

Internasionalisasi dan Globalisasi

Internasionalisasi dan globalisasi adalah ibarat kembar siam yang hampir sama bentuk fisiknya tetapi berbeda sifat dan wataknya. Atau dapat juga ditamsilkan sebagai orang yang memiliki kepribadian ganda. Yang pertama, kepribadian yang baik, sopan, dan santun. Yang kedua, kepribadian yang jahat, brutal, dan gragas alias tamak. Dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, telah lama, atau bahkan sejak awal kelahirannya telah berkenalan baik dengan internasionalisasi, kalau tidak mau mengatakan bahwa pendidikan tinggi adalah buah dari internasionalisasi ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Karena menyadari manfaat besar dan positif dari internasionalisasi, hamper tidak ada Negara yang secara sadar mau memisahkan dirinya dari arus internasionalisasi. Bahkan dalam Pembukaan UUD 1945, tercantum jelas bahwa salah satu tujuan pendirian Republik Indonesia amat dijiawai semangat internasionalisme, yairu”…ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social…” Globalisasi, menurut stiglitz (2003), merupakan interdependensi yang tidak simetris antarnegara, lembaga, dan aktornya. Karena itu, interdependesi antar negara yang seperti tersebut lebih menguntungkan negara yang memiliki keunggulan ekonomi dan teknologi. Padahal, globalisasi awalnya bertujuan untuk membuka peluang bagi negara-negara berkembang untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui perdagangan global. Globalisasi yang dimotori fundamentalisme psar, beberapa peranyaan sangat perlu memperoleh perhatian dari dunia pendidikan tinggi. Pertama, apa peran yang harus Dimainkan pendidikan tinggi ketika ekspansi globalisasi kapitalisme neoliberal telah menjadi kenyataan? Kedua, benarkah globalisasi kapitalisme yang oleh Robetson (2003) disebut sebagai globalisasi gelombang ketika ketika itu menawrkan peluang yang lebih menjanjikan bagi pendidikan tinggi Indonesia untuk mewujudkan pendidikan bermutu internasional sebagaimana yang mungkin diyakini banyak ahli ekonomi? Logika yang mendasari ekspansi globalisasi gelombang ketiga diturunkan dari iedeologi neoliberalisme, yang di dalam filsafat politik kontemporer memiliki afinitasnya dengan ideologi libertarianisms yang direntang melampaui batasnya yang ekstrem. Seperti halnya dengan libertarianism yang membela kebebasan pasar dan menuntut peran negara yangterbatas (Kymlyca, 1999: 95), neoliberalisme percaya pada pentingnya institusi kepemilikan privat dan efek distributif dari ekspropriasi kemakmuran yang tidak terbatas oleh korporasi-korporasi transnasional, pada superioritas hukum pasar sebagai mekanisme distribusi sumber daya, kekayaan dan pendapatan yang paling efektif, dan pada keunggulan pasar bebas, sebagai mekanisme-mekanisme sangat penting untuk menjamin kemakmuran dan peningkatan kesejahteraan semua orang dan indivisu (Gelina, op.cit, 2003: 24). Bekerja melalui regulasi yang dilakukan oleh tiga lembaga multilateral yang oleh Ricard Peet (2002) disebut sebagai The Unholy Trinity (IMF, Bank Dunia dan WTO), di bawah tekanan ekspansi globalisasi gelombang ketiga, perlahan-perlahn akan tetapi pasti, segala sesuatu yang berharga tidak dapat dipertahankan dari komodifikasi dan komersialisasi sistem ekonomi global: termasuk air, bahan pangan, kesehatan, karya seni, dan ilmu pengetahuan, apalagi teknologi. Semua itu terjadi terutama melalui proses marjinalisasi kekuasaan dan otoritas negara-negara Dunia Ketiga di dlam pengaturan ekonomi nasional mereka, yang terjadi dalam lima tahapan perkembangan berikut (Gelinas ibid: 31). 1) Deregulasi sistem keuangan internasional Bretton Woods yang terjadi sejak 1971, dan yang telah mengubah semua aset keuangan dunia ke dalam kapitas spekulatif. (2) Deregulasi ekonomi Dunia Ketiga secara sistematis dan bertahap, yang terjadi sejak tahun 1980-an melaluui program-program penyesuaian struktural (Structural adjustment)di bawah pengawalan IMF dan Bank Dunia untuk mengintergrasikan negara-negara sedang berkembang ke dalam sistem pasar global. 2) Deregulasi stock markets yang terjadi sejak 1986 untuk mengatur deregulasi semua stocks markets di seluruh dunia. (4) Deregulasi produksi pertanian dan komersialisasi jasa yang timbul sebagai konsekuensi dari perjanjian-perjanjian internasional. (5) Proliferasi kemudahan-kemudahan pajak dan perbankan (tax dan bangking havens) sejak pertengahan 1990-an yang telah menghasilkan separuh dari seluruh aliran keuangan dunia terjadi melalui kemudahan-kemudahan bebas hambatan dari semua netuk kendala legal oleh karena kekuasaan publik mengikuti ketidakpedulian kebijakan-kebijakan publik. Menurut pengamatan Stiglitz (2003, ch.3) globalisasi berwajah fundamentalisme pasar yang dalam manifestasinya mengambil bentuk pasar bebas dengan berbagai isntrumennya, telah ditolak masyarakat Amerika Serikat dan perumus kebijakan pada masa Pemerintahan Clinton. Namun, globalisasi seperti itulah yang justru “dipaksakan” kepada negara-negara berkembang. Korban dari kebijakan tersebut sudah berjatuhan karena industri pertanian negara berkembang dan negara-negara Eropa Timur mengalami kemuduran yang amat besar karena tidak mampu bersaing dengan sektor pertanian negara-negara maju yang diproteksi pemerintahnya.

MANFAAT AIR

Air adalah salah satu sumber kehidupan manusia untuk dapat bertahan hidup di bumi. Begitupula dengan manfaatnya yang sangat luar biasa, terutama di bidang kesehatan. Akhir-akhir ini banyak penyakit yang bermunculan, dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang parah. Dimana hal tersebut salah satu faktor penyebabnya adalah air yang sudah tercemar.
Kita bisa mengibaratkan diri kita seperti tanaman.
Dimana tubuh kita akan layu bila kekurangan air. Mengingat hal tersebut, subhanallah Allah telah menciptakan air yang sangat bermanfaat bagi umat-Nya di muka bumi. Sebagaimana telah kita ketahui, air sangat berguna bagi kesehatan kita, diantaranya:
1. Air putih; dapat membuat kulit menjadi halus, melangsingkan badan dan menyehatkan jantung.
2. Hidroterapi; menyembuhkan dan meredakan berbagai macam penyakit ringan dengan cara yang berbeda dan sifat-sifat penyembuhan yang berbeda.
3. Fisioterapi; menyembuhkan orang-orang yang baru pulih dari luku-lukaserius yang menimbulkan persoalan kerusakan otot.
4. Air panas; dapat meredakan nyeri persendian dan otot, dan peradangan dengan cara mandi air panas.
5. Air dingin; bermanfaat untuk memperbaiki aliran darah ke organ-organ dan jaringan-jaringan internal dan juga mengurangi pembengkakan dengan cara mandi air dingin, dan lain-lain.
Setelah mengetahui bahwa air memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita, maka perlu ditanganinya pencemaran air yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Hal itu berdampak pada kesehatan masyarakat baik secara langsung maupun tak langsung. Dimana air yang seharusnya sangat bermanfaat bagi manusia, menjadi sesuatu yang membahayakan kesehatan manusia, karena adanya pencemaran air yang tidak bisa terkontrol apabila tidak ada kesadaran pada diri yang bersangkutan.
Hidroterapi salah satunya dapat digunakan untuk menetralisir rasa marah seseorang, misalnya dengan berwudhu atau dengan berendam air hangat dan lain-lain. Dalam masalah ini lebih ditujukan kepada anak SMP yang tidak lulus UAN.
Baru-baru ini pengumuman hasil UAN untuk anak tingkat SMP telah diumumkan, dan di Indonesia sendiri anak yang tidak lulus UAN tingkat SMP mengalami kenaikan. Dan bagi anak yang tidak lulus tidak semuanya dapat menerima hasil UAN yang telah keluar. Sebagian mereka melampiaskannya dengan emosi yang berbeda-beda, seperti menangis, berteriak histeris, memukul-mukul benda di sekitarnya, mengolok-olok guru, dan lain-lain.
Banyak faktor yang mempengaruhi emosi yang dialami oleh siswa yang tidak lulus tersebut, seperti kondisi keluarganya, orang tuanya yang tidak terlalu memberikan perhatian yang lebih untuk pendidikan anaknya.
Untuk meredakan emosi (rasa marah) yang dialami oleh para siswa dapat dilakukan dengan hidroterapi. Dengan melakukan wudhu atau berendam air hangat, mungkin seseorang akan merasa lebih tenang dan nyaman.

Anjing yang Mengerti Tuannya

Seorang laki memencet bel pagar rumah kenalannya dengan harapan agar si tuan rumah
segera keluar untuk menyambutnya. Ketika bel berbunyi, yang datang justru seekor
anjing lucu.
"Mana Tuanmu?" tanya laki-laki tersebut setengah bercanda.
"Guk-guk-guk!" sahut si anjing.
"Istrinya?" tanyanya lagi dengan perasaan heran.
"Guk-guk!"
"Apa ya yang mereka kerjakan?" gumamnya di hadapan anjing.
"Hah-hah-hah...heeeeh..., .nguuuk..." jawab anjing seolah mengerti.

MANFAAT MATA UNTUK PEMBELAJARAN

Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktivitas hubungan antarmanusia atau kelompok. Jenis komunikasi terdiri dari komunikasi verbal menggunakan kata-kata dan komunikasi nonverbal atau disebut dengan istilah bahasa tubuh.
Komunikasi Verbal mencakup beberapa aspek. Pertama aspek vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi. Kedua, racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Ketiga, intonasi suara akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
Keempat, humor dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi. Kelima adalah singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti. Aspek keenam adalah timing (waktu yang tepat) , yaitu hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.
Komunikasi nonverbal (tanpa suara) dapat digunakan untuk menyampaikan isi pesan sepenuhnya. Komunikasi nonverbal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pertama dengan ekspresi wajah. Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah merupakan cerminan suasana emosi seseorang. Kedua, kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya. Ketiga, sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
Cara keempat dalam melakukan komunikasi nonverbal adalah gaya berjalan dan pengaturan postur tubuh. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya. Kelima, suara (sound). Rintihan, menarik nafas panjang, dan tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi nonverbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas. Terakhir, yang keenam adalah gerak isyarat yang dapat mempertegas pembicaraan. Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukkan kaki atau menggerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress.
Berdasarkan pernyataan Konfusius lebih dari 2400 tahun yang lalu, Melvin L. Silberman (2004: 15) mengemukakan Paham Belajar Aktif sebagai berikut:
Yang saya dengar, saya lupa.
Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat.
Yang saya dengar, lihat, dan pertanyakan atau diskusikan dengan orang lain,saya mulai pahami.
Dari yang saya dengar, lihat, bahas, dan terapkan, saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan.
Yang saya ajarkan kepada orang lain, saya kuasai.

Pernyataan Melvin L. Silberman tersebut didasarkan atas kenyataan bahwa sebagian besar orang cenderung lupa atas apa yang didengarnya. Hal itu berhubungan dengan tingkat kecepatan guru berbicara dan tingkat kecepatan pendengaran siswa. Jika siswa berkonsentrasi penuh, mereka hanya mampu mendengarkan dengan penuh perhatian setengah dari apa yang dibicarakan guru.
Pollio (1984) dalam penelitiannya sampai pada kesimpulan bahwa dalam perkuliahan gaya ceramah, mahasiswa kurang menaruh perhatian selama 40 % dari seluruh waktu kuliah, sedangkan penelitian McKeachie (1986) menghasilkan kesimpulan bahwa mahasiswa mampu mengingat materi kuliah sebesar 70 % pada sepuluh menit pertama dan hanya 20 % pada sepuluh menit terakhir (Melvin L. Silberman, 2004: 16-17)
Rose, Colin dan Malcolm J. Nicholl menyatakan, secara rata-rata manusia mampu mengingat 20 % dari yang dibaca, 30 % dari yang didengar, 40 % dari yang dilihat, 50 % dari yang dikatakan, 60 % dari sesuatu yang dikerjakan, dan meningkat menjadi 90 % apabila dilihat, didengar, dikatakan, dan sekaligus dikerjakan (Ichsan S. P. dan Ariyanti P., 2005: 29).
Serangkaian hasil penelitian tersebut menempatkan mata sebagai prasyarat bagi keberhasilan proses pembelajaran. Tanpa melibatkan mata, proses pembelajaran tidak akan berjalan sempurna seperti yang diharapkan. Namun, secara alamiah maupun akibat kelalaian manusia, fungsi mata semakin berkurang. Nutrisi makin diyakini perannya dalam membantu mempertahankan daya penglihatan, sehingga olah vitamin menjadi pilihan menarik.
Makanan berikut sangat dianjurkan untuk dikonsumsi, baik anak-anak maupun orang dewasa dengan segala keunggulan yang dipunyainya. Pertama, jeruk. Kaya vitamin C, berfungsi sebagai antioksidan yang berkhasiat melumpuhkan radikal bebas penyebab penuaan sel, sehingga berguna untuk mencegah katarak Kedua, Anggur. Ekstrak biji anggur mengandung proantosianidin. Lebih kuat dari vitamin C dan E, antioksidan ini bahkan bisa memperbaiki penglihatan dan mengembalikan fungsi retina, terutama yang rusak akibat perdarahan pembuluh darah di mata dan ketidakseimbangan gula darah. Ketiga, Nenas. Vitamin dan mineral utama yang terkandung dalam nenas adalah vitamin C, vitamin B-kompleks, beta-karoten (pro-vitamin A), Fe, Mg, Ca, Cu, Zn, Mn, dan K.
Selain buah-buahan tersebut, yang keempat adalah ubi jalar. UNICEF dan WHO menyarankan agar wanita dan anak-anak mengonsumsi ubi jalar merah secara rutin, untuk menangkal akibat buruk dari kekurangan vitamin A. Kelima, adalah ikan laut. Ikan sardin dan tuna adalah sumber DHA (docosahexaenoid acid), salah satu jenis asam lemak omega 3, yang berperan penting dalam pembentukan retina mata (http://www.kompas.com).
Manajemen cahaya dalam suatu ruangan kelas pun harus mempertimbangkan kecukupan sinar untuk membaca. Membaca atau bekerja dalam ruangan dengan penerangan yang buruk dapat menyebabkan sakit mata, begitu juga sebaliknya. Dan yang tidak kalah penting adalah mengistirahatkan mata sesering mungkin saat siswa atau guru bekerja di depan komputer, karena saat di depan komputer mata berkedip 25 % lebih sedikit, sehingga mata menjadi kering (Diyah Triarsari, 2007).