Senin, 08 Oktober 2012
Pemimpin dan Kepemimpinan
A. PENGERTIAN PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN
Istilah “Kepemimpinan” merupakan terjemahan dari “Leadership” kata ini sering kita jumpai didalam percakapan sehari-hari.
Pemimpin adalah seseorang yang dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk menyerahkan usaha bersama guna mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditentukan.
Menurut “Ensklopedia Administrasi” menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah proses pengaruh-mempengaruhi antar pribadi atau orang dalam suatu situasi tertentu, melalui proses komunikasi yang terarah untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Jadi kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi mengorganisasi, menggerakkan, mengarahkan atau mempengaruhi orang lain(bawahan) untuk melaksanakan sesuatu dalam rangka mencapai tujuan.
Menurut Drs. Pandji Anoraga dalam bukunya “Psikologi Kepemimpinan” mengatakan bahwa, seseorang pemimpin adalah seorang yang mempunyai wewenang untuk memerintah orang lain. Sebagai seorang pemimpin ia mempunyai peranan yang aktif dan senantiasa ikut campur tangan dalam segala masalah yang berkenaan dengan kebutuhan anggota kelompoknya. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain. Keberhasilan seorang pemimpin tergantung kepada kemampuannya untuk mempengaruhi itu. Dengan kata lain kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, melalui komunikasi baik langsung maupun tidak langsung dengan maksud untuk menggerakkan orang-orang tersebut agar dengan penuh pengertian, kesadaran dan senang hati bersedia mengikuti kehendak-kehendak pemimpin itu.
Kepemimpinan lebih berhubungan dengan efektivitas, sedangkan memanajemeni lebih berhubungan dengan efisiensi. Bennis mengatakan bahwa pemimpin do the right things, sedangkan manajer do the things right.
Kepemimpinan merupakan sesuatu yang penting bagi manajer. Para manajer merupakan pemimpin (dalam organisasi mereka), sebaliknya pemimpin tidak perlu menjadi manajer.
Seorang manajer, menurut Drucker (1966) adalah seorang ‘pekerja berpengetahuan’ (knowledge worker), yaitu: the man who puts to work what he has between his ears rather than the brawn of his muscles or the skill of his hands.
Pemimpin adalah pribadi yang dimiliki kecakapan khusus, dengan atau tanpa pengangkatan resmi dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya, untuk melakukan usaha bersama mengarah pada pencapaian sasaran-sasaran tertentu.
Kepemimpinan merupakan pengertian yang meliputi segala macam situasi yang dinamis, yang berisi:
a. Seorang manajer sebagai pemimpin yang mempunyai wewenang untuk memimpin.
b. Bawahan yang dipimpin, yang membantu manajer sesuai dengan tugas mereka masing-masing.
c. Tujuan atau sasaran yang harus dicapai oleh manajer bersama-sama dengan bawahannya.
B. UNSUR-UNSUR DALAM KEPEMIMPINAN DAN KEGIATAN PEMIMPIN
Unsur-unsur yang penting dalam kepemimpinan:
1. Tujuan dan cita-cita
Inti kepemimpinan adalah fungsi atau tugas. Dia ada demi sesuatu yang lain. Bukan demi dirinya sendiri. Titik perhatiannya adalah tujuan dan cita-cita yang dicapai. Bukan kepentingannya sendiri.
2. Organisasi kerja
Sadar bahwa tujuan dan cita-cita itu demi kesejahteraan orang banyak, seorang pemimpin berusaha mempengaruhi, mengajak, mengumpulkan dan menggerakkan banyak orang untuk bersama-sama bekerja mencapai tujuan dan cita-cita itu.
Kalau pemimpin beserta seluruh orang yang ada di bawah kepemimpinannya sudah yakin akan kebaikan tujuan dan cita-cita itu bagi kehidupan bersama, mereka dapat membentuk suatu organisasi kerja. Dalam bentuk organisasi, kegiatan para anggota yang sepakat mengenai kepentingan tujuan dan cita-cita itu dipersatukan.
3. Kepribadian dan keahlian
Pada pokoknya, sifat-sifat kepribadian dan macam-macam keahlian dituntut agar dalam diri mereka yang dipimpinnya tumbuh kepercayaan. Kepercayaan itu baik berhubungan tujuan dan cita-cita maupun dengan pemimpin sendiri. Pemimpin yang mempunyai kepribadian yang baik dan keahlian yang unggul menciptakan kepercayaan dalam hati mereka yang dipimpinnya.
C. GAYA KEPEMIMPINAN
Pada umumnya gaya kepemimpinan dapat dibagi menjadi 3 jenis:
1. Kepemimpinan OTOKRATIK.
Yaitu kepemimpinan yang berdasarkan atas kekuasaan mutlak segala keputusan berada di satu tangan. Gaya kepemimpinan ini sering membuat pengikutnya tidak senang dan sering frustasi.
2. Kepemimpinan DEMOKRATIK.
Yaitu kepemimpinan berdasarkan Demokrasi, dalam arti bukan dipilihnya si pemimpin itu secara demokratik, melainkan cara yang dilaksanakan sipemimpin yang demokratik. Sipimpinan melaksanakan kegiatan sedemikian rupa sehingga setiap keputusan merupakan hasil musyawarah.
3. Kepemimpinan BEBAS.
Bahwa seorang pemimpin sebagai penonton bersifat pasif.
4. Gaya kepemimpinan Kontinum.
Pertama pemimpin menggunakan otoritasnya, disini baawahan belum banyak diikutkan dalam pembuatan keputusan. Kedua pemimpin menunjukkan gaya yang demokratis (pemimpin dan bawahan bekerja sama dalam pembuatan keputusan.
5. Gaya Managerial Grid.
Gaya kepemimpinan ini tidak secara langsung berhubungan dengan efektivitas.
6. Gaya Kepemimpinan Tiga Dimensi.
Gaya kepemimpinan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.
D. WEWENANG KEPEMIMPINAN
Berbagai studi tentang kepemimpinan bisa dikelompokkan menjadi tiga pendekatan, yaitu yang mendasarkan atas traits (sifat, perangai) atau kualitas yang diperlukan seseorang untuk menjadi pemimpin, kedua yang mempelajari perilaku (behavior) yang diperlukan untuk menjadi pimpinan yang efektif.
Apabila seorang pemimpin ingin mencapai tujuannya, dengan efektif, maka ia haruslah mempunyai wewenang untuk memimpin para bawahannya dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut. Wewenang ini disebut wewenang kepemimpinan, yang merupakan hak untuk bertindak atau mempengaruhi tingkah laku orang yang dipimpinnya.
Mengenai hal ini paling sedikit ada dua pendapat tentang sumber wewenang yaitu:
1. Top down authority. Wewenang ini berasal dari atasan yang berarti seorang Presiden Direktur misalnya menunjuk seseorang yang dianggap mampu untuk menjadi kepala bagian penjualan, dan kemudian diberi wewenang apa yang dianggap perlu untuk seseorang kepala bagian penjualan. Jadi di dalam hal ini seorang pimpinan diberi wewenang untuk memerintah dari atasannya.
2. Bottom up authority. Wewenang ini berasal sari bawahan yaitu pimpinan (diterima) oleh karena yang akan menjadi bawahannya. Apabila seseorang diterima sebagai pimpinan diberi wewenang untuk memimpin, maka para bawahan akan menghargai wewenang itu sebab mereka punya respek pribadi untuk menghargai orang tersebut atau orang tersebut merupakan seorang wakil yang mewakili nilai-nilai yang mereka anggap penting.
E. KRITERIA UNTUK MEMILIH SEORANG PEMIMPIN
1. Keinginan untuk menerima tanggung jawab
Apabila seorang pemimpin menerima kewajiban untuk mencapai suatu tujuan berarti ia bersedia untuk bertanggung jawab kepada pimpinannya terhadap apa yang dilakukan bawahannya.
2. Kemampuan untuk bisa “perceptive”
Perception (persepsi) menunjukkan kemampuan untuk mengamati atau menemukan kenyataan dari suatu lingkungan.
3. Kemampuan untuk bersikap objektif
Objektivitas adalah kemampuan untuk melihat suatu peristiwa atau masalah secara rasional.
4. Kemampuan untuk menentukan prioritas
Kemampuan ini sangat diperlukan karena pada kenyataannya sering masalah-masalah yang harus dipecahkan bukanlah datang satu persatu, tetapi bersamaan dan berkaitan antara satu dengan lainnya.
5. Kemampuan untuk berkomunikasi
Seorang pemimpin adalah orang yang bekerja dengan menggunakan bantuan orang lain. Karena itu pemberian perintah, penyampaikan informasi kepada orang lain mutlak perlu dikuasai.
F. KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
Dalam mempelajari Kepemimpinan di dalam organisasi tidak terlepas dari manajemen untuk memberikan rumusan tentang yang dipelajari tadi seharusnya mencakup total sistem daripada organisasi yang menjadi obyek untuk dipimpin oleh manajer.
Tujuan daripada organisasi adalah untuk memperoleh hasil guna dan daya guna untuk itu manajer harus berfikir secara rasional. Tergantung pada situasinya, maka manajer dapat bertindak secara otoriter atau demokratis. Bagaimana cara bertindak seorang manajer akan dipengaruhi kekuatan-kekuatan yang ada pada dirinya sendiri, bawahan yang harus dipimpinnya dan lingkungannya.
G. SEBAB-SEBAB TIMBULNYA SEORANG PEMIMPIN
Ada 3 teori yang menjelaskan munculnya kepemimpinan yaitu:
1. Teori Genetis
Menyatakan sebagai berikut: Pemimpin itu tidak dibuat, akan tetapi lahir jadi pemimpin oleh bakat-bakatnya yang luar biasa sejak lahir.
2. Teori Sosial
Menyatakan sebagai berikut: Pemimpin-pemimpin itu harus disiapkan dan dibentuk, tidak terlahirkan saja. Setiap orang dapat menjadi pemimpin, melalui usaha penyiapan dan pendidikan.
3. Teori Ekologis
Menyatakan sebagai berikut: Seseorang akan sukses menjadi pimpinan, bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan dan bakat-bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman dan usaha pendidikan, sesuai dengan tuntutan lingkungannya.
H. CARA MEMILIH PEMIMPIN
Sebagai seorang pimpinan, seringkali dituntut untuk memilih siapa yang akan menjadi pembantu-pembantunya untuk memimpin kelompok-kelompok kerja di bidang, bagian, seksi atau urusan yang merupakan bagian dari organisasi yang di pimpinnya.
Seorang pemimpin menerima tanggung jawab untuk mencapai juga harus menerima risiko-risiko yang mungkin timbul. Setiap pemimpin perlu mempunyai daya pengamatan terhadap semua bawahan, agar pemimpin dapat melihat kemampuan, kelemahan dan semangat yang ada pada para bawahan, sehingga dapat memberikan perhatian atas pelaksanaan kerja para bawahan.
Bila ada suatu keputusan, maka pemimpin akan mengetahui alternatif mana yang dipilih. Kemampuan untuk memberi dan menerima informasi dengan cara yang baik dan berguna menjadi suatu keharusan bagi seorang calon pemimpin.
I. KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF
Pemimpin-pemimpin yang efektif merupakan orang-orang yang bermotivasi tinggi. Untuk menjadi pemimpin yang baik sesuai dengan apa yang akan dibahas yaitu bagaiman seseorang dapat menjadi seorang pemimpin yang dapat mempengaruhi pihak lain untuk bekerja sama secara sukarela dalam usaha mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai apa yang diharapkan dan dapat mengembangkan kelompok yang dipimpinnya, harus memenuhi syarat-syarat seperti apa yang disebutkan di bawah ini:
1. Realistis
2. Banyak akal
3. Merupakan seorang komunikator yang terampil
4. Percaya pada diri sendiri
5. Emosional stabil
6. Dapat mengambil inisiatif
7. Partisipasi dalam bidang sosial
J. CORAK INTERAKSI PEMIMPIN DENGAN BAWAHANNYA
1. Kepemimpinan Transaksional
Dalam bentuk kepemimpinan ini pemimpin berinteraksi dengan bawahannya melalui proses transaksi. Bass dan Avolio (1994) membahas empat macam transaksi, yaitu:
a. Contigent Reward
b. Management By Exception-Active
c. Management By Exception-Passive
d. Laissez-Faire
2. Kepemimpinan Transformasional
Interaksi antara pemimpin dan pengikutnya, manajer dengan bawahannya ditandai oleh pengaruh pemimpin/bawahannya menjadi seseorang yang merasa mampu dan bermotivasi tinggi dan berupaya mencapai prestasi kerja yang tinggi dan bermutu. Pemimpin mengubah bawahannya, sehingga tujuan kelompok kerjanya dapat dicapai bersama.
Lima aspek kepemimpinan tranformasional ialah:
a. Attributed Charisma
b. Inspirational Leadership/Motivation
c. Intellectual Stimulation
d. Individualized Consideration
e. Idealized Influence
K. TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
Stephen J. Carrol dan Henry L. Tosi, mengungkapkan tiga macam pendekatan teori kepemimpinan, yaitu:
1. Pendekatan Sifat-sifat.
Menurut teori ini, seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir, bukan karena dibuat atau dilatih, karena itu teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin itu dilahirkan bukan dibuat, dilatih atau dibentuk. Keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi pemimpin.
2. Pendekatan Perilaku.
Merupakan teori yang berdasarkan pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan pemimpin yang bersangkutan, dimana sikap dan gaya kepemimpinan itu tampak dalam kegiatan sehari-hari, dalam hal bagaimana cara pemimpin itu memberi perintah, membagi tugas dan wewenang, cara berkomunikasi, cara memotivasi, cara memimbing dan mengawasi, mengambil keputusan, dll.
3. Pendekatan Situasional.
Teori ini sering juga disebut teori kontingensi(kemungkinan). Teori ini didasarkan pada asumsi (anggapan) bahwa keberhasilan kepemimpinan suatu organisasi atau lembaga tidak hanya bergantung pada atau dipengaruhi perilaku dan sifat-sifat pemimpin saja, tapi juga dipengaruhi oleh situasi.
Teori ini menyatakan bahwa suatu kepemimpinan akan berhasil bila pemimpin itu menggunakan perilaku(gaya) yang sesuai dengan situasi, organisasi.
L. PENTINGNYA KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan sangat dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia. Di satu sisi manusia terbatas kemampuannya untuk memimpin, sisi lain ada yang mempunyai kelebihan kemampuan untuk memimpin.
Pentingnya pemimpin dan kepemimpinan dalam suatu kelompok adalah bisa terjadi konflik atau perselisihan di antara orang-orang dalam kelompok, maka orang-orang mencari penyelesaiannya supaya terjamin keteraturan dan dapat ditaati bersama. Dari hal ini akan terbentuk aturan-aturan atau norma-norma tertentu untuk ditaati agar konflik tidak terulang. Oleh karena itu peranan pemimpin sangat dibutuhkan.
Kepemimpinan diartikan sebagai pelaksanaan otorita danpembuatan keputusan. Atau dapat juga merupakan kegiatan untuk mempengaruhi agar bisa tercapai tujuan organisasi. Jadi agar dapat mencapai tujuan organisasi harus melewati suatu proses kegiatan kepemimpinan, kegiatan demikian dinamakan manajemen dan pelaksanaan manajemen itu berbeda dalam tanggung jawab manajer.
Karena itulah tugas seorang manajer/pemimpin adalah mengatur dan mengkoordinir karyawan agar bisa diintegrasikan secara efektif ke dalam berbagai yang diperlukan oleh perusahan, sehingga dapat merumuskan suatu tata kerja organisasi yang baik menuju kearah efisiensi dan kerja yang maksimun.
Fungsi-fungsi atau tugas seorang pemimpin yaitu umumnya melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, antara lain:
a. Fungsi perencanaan.
b. Fungsi pengorganisasian.
c. Fungsi pengarahan dan motivasi.
d. Fungsi memandang kedepan.
e. Fungsi pengembangan loyalitas.
f. Fungsi pengawasan.
g. Fungsi mengambil keputusan.
h. Fungsi memberi hadiah, dll.
Fungsi-fungsi manajemen ini secara sederhana, dapat disingkat POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling).
Sedangkan peranan seorang pemimpin dalam kepemimpinannya, yaitu sebaiknya berperan:
1. Sebagai seorang pencipta.
2. Sebagai seorang perencana.
3. Sebagai seorang wakil kelompok.
4. Sebagai seorang ahli.
5. Sebagai seorang pengawas.
6. Sebagai seorang wasit.
7. Sebagai seorang penanggung jawab kelompok.
8. Sebagai seorang ayah.
9. Sebagai seorang korban atau tumpuan kesalahan.
10. Sebagai seorang pendidik.
DAFTAR PUSTAKA
Anorogo, Panji, Ninik Widiyanti. 1993. Psikologi Dalam Perusahaan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Anorogo, Pandji. 1992. Psikologi Kepemimpinan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Munandar, Ashar Sunyoto. 2006. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar